Masih Ingat Pak Munawir……, salah satu anggota COC yang baru saja bergabung dan telah terjangkiti virus Onthel. Setelah acara kumpul2 di Citra Raya pada hari Minggu 27 Juli 2008 kami ber 5 ngonthel bareng untuk melakukan perburuan onthel buat pak Munawir. Dari informasi yang di dapat dari sebuah bengkel tua di daerah Munjul ada sepeda raleigh tergantung di gudang yang mau dijual dengan harga 250rb. Kamipun memulai perjalanan dengan rute : dari CitraRaya -> Danau Citra – Rumah Mas Bambang (bengkel Sepeda) -> Rumah Bang Muhdie (Tigaraksa) -> Lokasi target (desa Munjul) Total perjalanan +/- 25 km. Berikut kisah perjalanan kami.

Kumpul pada hari Minggu 27 Juli 2008 “Mari penuhi CitraRaya dengan Onthel” Onthelis cilik juga ikut serta dengan low ridernya.

Mampir di danau buatan (dari sinilah sumber air di olah untuk didistribusikan ke seluruh penghuni perumahan Citra Raya)

Menikmati kembang tahu dipinggir danau (huuaah… huuaah… panas….panas…) tapi rasanya mak nyuss

Melewati Jembatan bambu (ma’af foto yang aktifitas mandi di bawah sungai di sensor tidak ditampilkan)

Mampir di bengkel Mas Bambang-Tigaraksa (dokternya onthel COC)

Sowroom nya mas Bambang (dari onthel, MTB, Lowrider dijual murah disini) mau?… hubungi : 08158206155

Perjalanan kami lanjutkan ke rumah bang Muhdie (tidak jauh dari rumah mas Bambang). Langsung hilang rasa dahaga setelah disuguhi minuman dan makanan ringan. Bagi yang merasa kuda lumping tenang aja disitu juga di sediain kembang he… he… he…

Salah satu sudut rumah bang muhdie dipenuhi barang antiq (tidak termasuk sepatunya lho….)

Ruangan gudang dipenuhi spare part onthel hasil berburu (mau buka klithikan ya.. bang?…)

Akhirnya nyampe juga di bengkel tua babeh Enung daerah Munjul. Setelah cerita maksud kedatangan kami, maka langsung diantar beliau menuju target. Tapi sayang…. yang punya raleigh rupanya sudah tahu harga. Dari yang semula buka harga 250rb berubah menjadi 700 ribu. Weleh… weleh…. dalam waktu yang sangat singkat virus onthel sudah merebak kemana-mana. Ini bukti bahwa keinginan orang untuk “back to bike” sudah mulai merebak ke pelosok2 daerah.

Dengan sedikit kecewa maka kamipun kembali ke bengkel babeh Enung. Kekecewaan kami sedikit terobati ketika babeh enung menceritakan kisah hidupnya. Beliau memulai membuka usaha bengkel sepeda sejak 50 tahun yang lalu, saat ini usia beliau sekitar 80 tahun.

Karena bengkel sepeda mulai sepi, maka dia buka tambal ban dan membeli sepeda dari pemulung untuk dibetulin lalu dijual kembali. Pernah suatu ketika karena kepepet keuangan dia menjual batangan sepeda Raleigh dan Hercules untuk dikilo hanya untuk bertahan hidup. Sungguh beban yang sangat sulit apalagi dengan kondisi perekonomian saat ini yang serba mahal.

Sekarang babeh Enung hidup sebatang kara di sebuah gubuk bengkel tua dipinggir jalan Munjul dengan tanpa listrik dan hidup apa adanya. Salut untuk babeh Enung, kapan-kapan kita mau kesana lagi beh.