Di jaman kepemimpinan bupati R.A. Wiranatakoesoemah III, ibukota kabupaten dipindahkan ke tengah kota Bandung saat ini. Pemerintahan Belanda kemudian menjadikan kota Bandung ibukota karesidenan Priangan yang sebelumnya berada di Cianjur. Kini sebagian orang menganggap Bandung sudah terlalu padat, macet, dan tidak lagi sejuk,pembangunan demi pembangunan dilakukan, yang seringkali memicu kontroversi
Kota ini pada zaman dahulu dikenal sebagai Parijs van Java atau “Paris dari Jawa”. Karena terletak di dataran tinggi, Bandung dikenal sebagai tempat yang berhawa sejuk. Hal ini menjadikan Bandung sebagai salah satu kota tujuan wisata. Yang menarik perhatian dari kota ini adalah, Bandung memiliki banyak sekali bangunan-bangunan tempo dulu yang hingga saat ini masih bisa dinikmati. Meski banyak yang sudah berubah fungsi, namun ciri khas arsitektur zaman Belanda masih melekat erat pada bangunan-bangunan tersebut.
Bangunan yang hingga saat ini masih memiliki bentuk yang sama dengan tempo dulu.
Gedung-gedung yang memiliki nilai sejarah serta catatan sejarah penting harus dirawat dan dilestarikan dengan baik. Jangan sampai anak cucu kita nanti tidak tahu bahwa kota ini memiliki sejarah yang luar biasa penting.
Pusat kota bandung sekarang adalah tempat cikal bakal berdirinya kota bandung modern. Sebelumnya tempat tersebut hanyalah salah satu tempat perlintasan transportasi di pulau jawa saja. Hingga salah seorang jendral belanda pada jaman penjajahan, saat itu meminta untuk dibangunkan sebuah kota yang dimulai dari titik yang sekarang dikenal sebagai titik 0 kilometer di kawasan jalan Asia Afrika Bandung. Posisi bandung yang strategis, udara sejuk, dan penduduk yang ramah mempercepat perkembangan Bandung dipenuhi fasilitas-fasilitas sebuah kota modern khas Eropa. Dua hotel berbintang lima kelas presiden, Savoy Homan dan Grand Preanger, berdiri, apotek, cafe, bank, dan lainnya.



























Desember 20, 2011 at 2:29 PM
heeeleeh uing belum lahir…sdh ada yg ngonthel di Bandung euy..
Desember 23, 2011 at 6:25 PM
Bandung tea…..maturnuwun Mas Dikdik,,,tetap Jos..
Desember 26, 2011 at 5:18 PM
sejarah.. selalu menjadi energi baru utk langkah selanjutnya.. maksh banyak mas..
Desember 30, 2011 at 7:01 PM
Coba Ane dah ada pada jaman itu di kutuk tah onthel motor tua ma barang antik and jadul kala itu pasti jaman ayeuna beh makin jadul abis