Etape Gedung Tua – Makam Pahlawan

Jalur yang ini tidak terlalu jauh namun, menjadi jalur yang membanggakan, ditengah kota Tangerang yang ramai sederetan onthel mampu sejenak menyejukkan mata mereka yang sibuk. Sebuah pemandangan yang langka dan unik ditampilkan oleh gerombolan COC dengan sepeda-sepeda tua dan seragam yang uniknya.

Dan akhirnya sampai juga pada tujuan akhir kirab in yaitu Makam Pahlawan Kota Tangerang yang lokasinya terdapat di kawasan pusat pemerintahan Kota Tangerang. Pak Ade

Salah satu anggota COC ternyata sangat familiar dengan kawasan ini, karena beliau ternyata pegawai di Kota Tangerang. Tanpa basa-basi dan prosedural, pasukan COC langsung mendapatkan ijin untuk berziarah di Makam Leluhurnya yang telah berjuang untuk Nusa dan Bangsa. Setelah bermusyawarah sejenak, akhirnya digelar upacara penghormatan kepada Pahlawan Kemerdekaan ini.

Sisi lain yang terekam dalam rombongan (Onthel sebagai bagian dari mencari nafkah)

Parkir didepan Taman Makam Pahlawan

Salah satu penampakan yang sempat terekam kamera

Prosesi Upacara

Pak Zeki onthelis kelahiran NTT ini, didaulat sebagai protokol dengan lantangnya membacakan urutan-urutan jalannya upacara. Diawali dengan memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perjuangan para Pahlawan, dengan dipimpin Tanda Setiya Onthelis COC asal Binong. Diawali dengan pekikan Merdeka-Merdeka-Merdeka maka dengan khusyuknya seluruh komponen COC menundukkan kepala mengbersihkan hati untuk semata bermohon agar arwah para pahlawan diterima disisi Tuhannya dan bagi generasi yang ditinggalkan dapat melanjutkan perjuangan mereka.

Upacara dilanjutnya dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri dipimpin oleh Pak Guru Strada Mas Supardi yang asli Jogja diikuti oleh seluruh peserta upacara. Selanjutnya Pak Muhdie dengan tegap dan lantangnya memimpin penghormatan kepada Bendera Merah Putih dan kepada Para Pahlawan. Dan kini giliran Pak Munawir onthelis yang mirip bung Hatta untuk memberikan nasehatnya kepada seluruh onthelis. Perasaan bangga, haru beraduk dengan khusyu’ meliputi setiap nasehat dari onthelis yang dituakan ini. Dan akhirnya upacara ditutup dengan penghormatan terakhir oleh Pak Muhdie yang merupakan Danyangnya COC.

Upacara selesai, wujud kepedulian, perhatian,penghormatan kepada pahlawan telah dilakukan oleh COC, walau ini tidak seberapa dibanding dengan tetesan darah dan sirnanya nyawa, namun semoga semua ini bisa menjadi oase rasa pada khususnya anggota COC bahwa memang benar ”Pahlawan itu Patut Dihargai’.

Setelah melepas lelah dan diskusi tentang masa depan COC, dibawah pohon beringan yang rindang, akhirnya menuju Masjid Agung Kota Tangerang untuk Sholat Dhuhur dan sejenak melepas penat.

Merdeka…… (mas Tanda pimpin barisan) sebelum upacara penghormatan terhadap para Pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan Kemerdekaan RI.

Mengheningkan cipta mulai….

Selesai……Amiiiin….

Sambutan dan pengarahan oleh pak Munawir salah satu sesepuh dan penasehat COC

Rute Makam Pahlawan-Markas COC

Arus balikpun akhirnya terjadi. Setelah melakoni perjalanan panjang kini masih harus dilanjutkan untuk kembali kekampung halaman. Alhamdulillah, mendung yang teduh memayungi perjalanan pulang ini, dengan kondisi perut yang sudah mulai menggeliat lapar, sepeda-sepeda tua itupun kembali menyusuri hiruk-pikuknya kota Tangerang. Mengingat bahan bakar sudah amat mengkhawatirkan akhirnya gerombolan COC menuju Pusat Pengisian Bahan Bakar Onthel ’Warteg’. Kenapa memilih Warteg, bukan berarti onthelis ngirit, namun semua ini dilakukan untuk kembali mengingat bahwa pahlawan kita dulu hidup sederhana, maka sudah patut untuk ditiru saat ini.

Selesai mengembalikan stamina, maka perjalanan dilanjutkan hingga suatu persimpangan yang harus memisahkan dua kelompok besar onthelis, yang satu menuju Cikupa Tiga Raksa yang satunya menuju Binong. Salam Onthel dikumandangkan mengiringi perpisahan, sayonara sampai berjumpa pula.

Ini adalah pagelaran pertama COC secara kolosal, event pagi hingga siang itu terus menggelayut hingga gelapnya malam. Rasa lelah dan haru menghiasa istirahat malam ternyata COC bisa berbuat dan COC kini telah ada walaupun belum terbentuk formalnya. Semoga ini menjadi awal yang baik sebagai wujud kebangkitan onthel di Tangerang dan sekitarnya. ****Tanda****

S E L E S A I