Harus di tuangkan ke dalam Tata Ruang

Tertib di jalur sepeda

Kini Ibukota negara  memiliki jalur sepeda akhirnya terwujud juga, di hari Minggu kemarin tanggal 22 Mei 2011 Gubernur DKI Jakarta meresmikan jalur khusus bagi pengguna sepeda ,  jalur sepeda ini sepanjang 1,5 kilometer atau dari Taman Ayodia sampai  Melawai blok M Jakarta Selatan. Tersedianya jalur sepeda yang baru  pertama di Ibu Kota ini disambut gembira masyarakat, khususnya para komunitas pengguna sepeda. Apalagi, peresmian jalur sepeda ini memang telah lama dinantikan.

Arus lalu di Ibu Kota yang semakin macet membuat sepeda saat ini dijadikan alternatif transportasi dan kian hari bertambah banyak peminatnya. Dengan adanya jalur khusus sepeda, diharapkan bisa membantu mengurangi polusi udara dan kemacetan di Jakarta. Selain itu, diharapkan akan banyak lagi jalur sepeda lainnya di Jakarta khusus,umumnya kota-kota lainnya di Indonesia.

Proses pekerjaan cat jalur

Jalur sepeda...

Tess...!!!

Rambu..

Di manfaatkan oleh pengguna pejalan kaki tuk mnyeberang jalan

Idealnya ke tempat kerja menggunakan sepeda

Kapan kota-kota lain di Indonesia membuat jalur sepeda !??

Di negara-negara orang Jalur sepeda

Jalur sepeda yang memadai

Jalur sepeda sungguh nyaman..

Pesepeda benar2 di hargai oleh pemerintahnya

Cukupkah hanya mengandalkan Undang-undang di bawah ini….!??

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR  22 TAHUN   2009

TENTANG

LALULINTAS  DAN ANGKUTAN JALAN

 Pasal 25

 (1)  Setiap Jalan yang digunakan untuk Lalu Lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan Jalan berupa:

 

  1.   g. fasilitas untuk sepeda, Pejalan Kaki, dan penyandang cacat;

  Pasal 45

 (1) Fasilitas pendukung penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan meliputi:

b. lajur sepeda;

 Pasal 62

 (1)  Pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas bagi pesepeda.

(2)  Pesepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

 Pasal 106

 (2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki dan pesepeda.

 Paragraf  8

Kendaraan Tidak Bermotor

Pasal 122

 (1) Pengendara Kendaraan Tidak Bermotor dilarang:

dengan sengaja membiarkan kendaraannya ditarik oleh Kendaraan Bermotor dengan kecepatan yang dapat membahayakan keselamatan;

mengangkut atau menarik benda yang  dapat merintangi  atau membahayakan Pengguna Jalan lain; dan/atau

menggunakan  jalur jalan  Kendaraan Bermotor  jika  telah disediakan  jalur jalan khusus  bagi Kendaraan Tidak  Bermotor.

 (2) Pesepeda dilarang membawa Penumpang, kecuali  jika  sepeda tersebut  telah dilengkapi  dengan  tempat  Penumpang.

 Pasal 123

Pesepeda  tunarungu  harus  menggunakan  tanda  pengenal  yang ditempatkan pada bagian depan dan belakang sepedanya.

 Pasal 284

 Setiap orang  yang  mengemudikan Kendaraan Bermotor  dengan tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki atau  pesepeda sebagaimana  dimaksud  dalam Pasal 106 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00   (lima ratus ribu rupiah).

 Pasal 310

(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor  yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud  dalam Pasal 229 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara  paling  lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp  1.000.000,00   (satu juta rupiah).

 (2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan  Kendaraandan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp  2.000.000,00   (dua juta rupiah).

 (3) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yangkarena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 10.000.000,00  (sepuluh juta rupiah).

 (4) Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak  Rp   12.000.000,00   (dua belas juta rupiah).

 Pasal  311

(1) Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp  3.000.000,00 (tiga juta rupiah). 

(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak   Rp  4.000.000,00  (empat juta rupiah).

(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 4  (empat)tahun atau denda paling banyak      Rp 8.000.000,00   (delapan juta rupiah).

(4)  Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)            mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak  Rp 20.000.000,00   (dua puluh juta rupiah).

(5)  Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas)tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

 Pasal 312

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp  75.000.000,00   (tujuh puluh lima juta rupiah).  

Selamat menggunakan jalur sepeda di..