Di hari Minggu, 21 September 2014 di markas serdadu Classic Onthel Club – Tangerang menyiapkan turing ke tempat wisata Keramat Solear yang berada di Dusun Solear, Desa Cikasungka, Kecamatan Cisoka, sekitar 20 km dari markas COC di Citraraya – Cikupa Kabupaten Tangerang, dalam sebuah hutan lindung seluas 4,5 ha yang dihuni oleh ratusan ekor kera yang dilindungi.
Di dalam kawasan Keramat Solear terdapat makam beberapa pengikut para wali, di antaranya Makam Syekh Mas Mas’ad bin Hawa yang berada di bawah sebuah pohon tua dikelilingi tembok dan pendopo.
Kabupaten Tangerang masih memiliki destinasi wisata ziarah lain yaitu Kramat Solear.
Tempat yang juga banyak dikunjungi oleh masyarakat luar Tangerang.
Seperti umumnya tempat ziarah lain, Kramat Solear dijaga oleh seorang juru kunci. Berdasarkan penuturannya, tempat yang juga dikenal dengan nama Kramat Tigaraksa itu sudah ada sejak abad ke-16 tepatnya tahun 1552. Kramat Tigaraksa sering digunakan oleh para wali untuk mengadakan pertemuan.
Pertemuan biasanya diadakan saat para penyebar agama tersebut melakukan perjalanan dari Cirebon ke Banten
Memasuki wilayah hutan Solear yang teduh sekaligus disambut oleh beberapa ekor Kera yang sedang bercengkrama di tepi jalan. Kawasan hutan Solear dengan luas 4,5 ha dihuni oleh habitat Kera dengan jumlah ratusan ekor. Untuk mengumpulkan Kera tersebut cukup dengan membeli kacang atau pisang yang dijajakan oleh anak anak kemudian panggil Kera-kera dengan suara tertentu, sebar makanan, anda akan merasakan langsung sensasi dikelilingi oleh ratusan ekor kera yang bersahabat. Didalam hutan lindung terdapat makam Keramat merupakan makam seorang ulama Syekh Mas Mas’ad bin Hawa.
Di kramat Solear juga terdapat makam sahabat para wali yaitu Syekh Mas Massad. Beliau merupakan panglima tentara Islam yang ditugaskan oleh Sultan Banten untuk menyebarkan agama Islam di daerah Tigaraksa. Ketika itu, Tigaraksa dikuasai oleh tokoh masyarakat bernama Pangeran Jaya Perkasa alias Mas Laeng. Ia adalah patih dari Kerajaan Pajajaran. Dalam pertempuran melawan Syeh Mas Massad, Mas Laeng dibantu oleh Ki Seteng. Makam Syekh Mas Massad berada di bawah pohon besar yang konon merupakan pohon paling tua di sana. Di kawasan Kramat Tigaraksa terdapat banyak Kera (Monyet). Menurut penuturan juru kunci, jumlahnya mencapai 600 ekor dan terbagi menjadi dua kelompok.

Monyet-monyet disini jinak dan akan menghampiri pengunjung yang datang. Mereka tidak akan pergi sebelum diberi kacang, yang banyak dijajakan para pedagang. Berikut sebagian foto-foto monyet……dan goweser COC  yang kami liput :

IMG_1973Persiapan  sebelum berangkat di markas C O C

Psukn bodrek sdh memasuki perbatsn gerbang kabupatenGowes  gowes kang….

Istiraht...pose nak_ kecil cisokaSuasana rehat sejenak bersama masyarakat…

Y A NTebak…..mana yang profesi tukang pijitnya y …?

IMG_1994maklar peci…!!!

Mas erwin pemandu touringBaduy….KW2

IMG_1990Lanjuuut gowes…

IMG_1982(1)Ni iis di bawah pohon yg rindang

Setelah santapan siang dgn gado_Sampai jg ke tempat tujuan di : Wisata Solear

Pawang didatangkan dari COCBeginilah ke akraban sesama mahluk

IMG-20140921-02131lg ngitip apa om …

Ioooh ngitip adegan Jampang dari Cikupa…dengan jurus kera mabuk…

Bagi_ rezeki sama monyetsi Amang….?

SolearSampai ketemu di Gowes Solear berikutnya….

Iklan